60 Tewas Akibat Gencatan Senjata Suriah

Sekitar 60 orang tewas akibat aksi kekerasan di seluruh Suriah meskipun dalam status gencatan senjata, bersamaan dengan rencana pengiriman 300 pemantau PBB untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata. Pasukan Observatorium HAM Suriah mengemukakan sebanyak 54 warga sipil dan lima tentara tewas di beberapa provinsi akibat bentrokan kedua pihak. Serta 31 warga sipil tewas yang diakibatkan penyerbuan kelompok pemerintah di perkampungan Arbaeen kota Hama dan 13 lainnya merupakan wanita dan anak-anak meninggal yang diakibatkan ledakan di Desa Jarjanaz, Provinsi Idlib, Suriah barat laut.

Rekaman video yang dikirimkan oleh para aktivis yang bertumpu pada satu jalan di Arbaeen,Suriah yang dipenuhi dengan darah dan wanita-wanita menangis. Dalam video tersebut, terlihat dua wanita memperlihatakan foto seorang pria yang tewas dibunuh. “Ini adalah ayah saya,” kata seorang gadis sembari menangis. Aksi kekerasan masih terus berlangsung meskipun gencatan senjata sudah mulai diberlakukan sejak 12 April, dan kedatangan tim pendahuluan pemantau PBB untuk memantau gencatan senjata tersebut. Observatorium mengungkapkan bahwa bentrokan senjata terjadi antara kelompok pemerintah dan para pemberontak di satu daerah pinggiran Damaskus. Suara letusan senjata dan ledakan-ledakan juga terdengar di daerah pinggrian utara Douma. Pertumpahan darah yang terus terjadi selama 12 hari gencatan senjata itu mengakibatkan kritikan keras dari para aktivis oposisi tentang misi PBB yang masih dalam jumlah 11 orang dari 30 personil pendahulu yang akan dikirim sesuai rencana awal.

Neeraj Singh, juru bicara tim pendahulu, mengungkapkan para pemantau akan mendatangi beberapa lokasi yang salah satunya kota Horns. Pada kedatangan mereka, mereka dihadang oleh ribuan pengkritis yang menuntut penurunan jabatan pemerintah, dan permintaan agar pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di persenjatai. Meski ada kekhawatiran mengenai aksi kekerasan yang terus berlangsung, yang menurut PBB telah menewaskan 9.000 orang dalam 13 bulan pembantaian, Sekjen PBB Ban Ki-Moon telah berikan izin untuk mengirim 300 pemantau gencatan senjata. Ban memastikan bahwa pemerintah Presiden Bashar al-Assad harus menjamin perlindungan kepada para pemantau yang tidak bersenjata dan mengizinkan mereka pergi secara bebas di seluruh negara itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>